Februari, 7/25
Langit malam...
Bulan bersinar terang, hanya setengahnya, dengan sinar yang tampak kemerahan.
Perlahan kuputuskan membuka tirai yang menutup teras balkon rumahku karena hujan mengguyur sejak siang hari.
Angin berhembus dingin menusuk tubuhku.
Genteng di hadapanku terlihat basah,
Kuambil sebuah kain lap di lantai untuk kujadikan alas duduk di atas sana.
Sampai di atas, dengan perasaan hati-hati karena takut terjatuh ke bawah, perlahan aku membuat diriku nyaman.
Hingga dapat kuamati dengan tenang benda-benda langit itu.
Rasi bintang Orion tepat di depan mataku juga bulan di sampingnya.
Sirius favoritku, namun ia hanya tetangga Orion.
Satu per satu bayangan lewat dalam kepalaku. Banyak hal ingin kubicarakan tentang isi kepalaku dengan bintang malam ini. Sayangnya, hanya satu hal yang dapat kuceritakan karena awan dari arah barat mulai berhembus kencang dan menutupi pemandangan di depanku.
Aku menangis pada bintang dan bulan,
Bukan karena beratnya hidup,
Bahkan belum sampai pada kalimat itu.
Kuceritakan seseorang, yang juga menyukainya,
Aku senang.
![]() |
예쁘지? |
