Februari, 2/25
Kukatakan sekali lagi, aku tidak cocok dengan keramaian. Mereka selalu tampak sibuk, ramai, dan bising. Tak ada ketenangan. Tak ada kelembutan. Hanya ramai.
Jika saat orientasi kampus, keramaian itu begitu menyiksa diriku yang sudah kelelahan. Keramaian paling ramai yang pernah kutemui selama hidupku sepertinya? Di tempat itulah untuk pertama kalinya kusadari betapa tidak nyaman dan tidak senangnya diriku di dalam keramaian. Aku tak pernah mengira ataupun menyadari itu sebelumnya.
Keramaian kedua yang teringat dalam kepalaku adalah ketika perkumpulan yang pernah kusebutkan sebelumnya. Tak akan kujelaskan kembali di sini. Aku terlalu malas menuliskannya.
Kali berikutnya bukan keramaian yang semacam dengan keduanya, hanya keramaian yang biasanya dan selalu ada di tempat mana pun. Sebuah keramaian yang asing, dan memang sebuah tempat untuk keramaian.
Untuk apa aku di tengah keramaian itu? Menunggu. Aku menunggu adikku selesai dengan acara yang ia ikuti. Satu setengah jam aku melakukan apa pun yang bisa kulakukan. Memasuki toko buku misalnya. Benar-benar tidak kusangka ada toko buku di tengah Mall yang besar. Tepat ketika sampai di lantai kedua, terpampang logo toko buku yang sangat kukenali dengan banyaknya pajangan buku yang terlihat di balik kaca transparan.
Tanpa sedikit pun keraguan aku masuk ke dalam sana. Satu-dua hal tampak berbeda dengan toko yang biasa kumasuki. Biasanya saat kumasuki toko buku itu ada begitu banyak buku yang terpajang hingga setidaknya membutuhkan tiga jam untukku menyusuri habis setiap buku yang ada dalam deretan rak.
Ya, mungkin karena itu hanya 'bagian' dari sebuah Mall, bukan keseluruhan bangunan itu untuk diisikan buku, jadi tidak banyak buku yang terpajang di sana.
Saat kulihat jam sudah menunjukkan waktu hendak terbenam, semua rak pun sudah kulahap habis tanpa satu pun yang terlewat, kuputuskan untuk pergi keluar dan berhenti menunggu. Kebosanan mulai menyapa. Satu langkah keluar toko, aku kebingungan harus kubawa ke mana langkah ini.
Berjalan mencari-cari sesuatu yang aku pun tidak tahu harus mencari ke mana dan di mana? Aku benar-benar kebosanan dan kebingungan di dalam bangunan dengan banyaknya manusia yang entah ke mana tujuan mereka. Setiap kali kulangkahkan kaki selalu ada manusia yang berpapasan denganku. Tak tahu harus melakukan apa. Melihat ponsel, berpura-pura sibuk, melihat kanan-kiri seakan mencari sesuatu. Aku sudah ingin menghilang saat itu juga.
Terus menerus berjalan tanpa tahu arah dan tujuan, selalu menjadi hal yang ingin kuhindari. Keadaan yang selalu membawaku pada kesadaran betapa kecilnya diriku di tengah hiruk-pikuk kesibukan manusia di bumi ini. Entah di depanku atau di belakangku. Semua orang sibuk dengan kegiatannya, sibuk dengan hidupnya. Tidak ada yang tahu di sekitarnya ada satu manusia yang sedang kebosanan dan kebingungan.
Kutemukan satu tempat dengan minim manusia. Spot yang tepat untuk diriku yang sudah kelelahan. Kulihat ada tempat duduk tepat di sebelah kiri tempatku berdiri. Sayangnya, ada satu-dua orang sedang duduk di sana. Aku tidak ingin duduk bersama siapa pun, jadi aku memilih untuk tetap berdiri saja dan berusaha membuat diriku baik dengan berpura-pura menikmati semuanya dan mengamati setiap sudut bangunan yang ada di depanku.
![]() |
??? |
